Hari ini sama seperti hari -hari sebelumnya. Bangun pagi, berdoa, kamar mandi, makan, lalu berangkat kuliah. Berjalan kaki di trotoar pinggir jalan, diramaikan dengan berbagai jenis suara klakson kendaraan. Terkadang saking ramainya, kepalaku terasa ingin meledak. Semua terlihat berlomba-lomba lebih cepat dan saling mendahului. Padahal sama saja, sedikit saja bergerak, kembali dilanda kemacetan.Unfaedah sekali, menurutku.
Gerbang kampusku sudah terlihat sangat jelas dari simpang tempatku berdiri. Kupercepat langkahku. Kusadari tiga menit lagi kelas akan dimulai sementara aku masih harus menaiki anak tangga hingga lantai tiga di mana kelasku berada. Kakiku mulai melangkah memasuki gerbang kampusku yang bertetangga dengan kampus anak Kedokteran.
Banyak orang bertebaran di koridor, teman angkatan, kakak tingkat apalagi. Bukannya membentuk niat untuk menyapa, justru mereka hanya membuatku semakin mempercepat jalanku. Entahlah, memang begitu. Aku tidak terlalu suka berbicara hanya untuk sekedar basa-basi. Menurutku, itu hanya akan menciptakan suasana awkward yang ha? haha gitu. Paham maksudku? Semoga tidak.
Aku?
Introvert, bisa dibilang begitu. Aku tidak terlalu suka untuk berkomunikasi dengan orang lain jika yang didiskusikan bukanlah hal yang perlu didiskusikan. Aku lebih banyak diam, bahkan saat semua orang-orang excited dengan obrolannya, aku tak mau berbicara. Bukan tidak mau sih, lebih tepatnya aku merasa tidak ada hal penting yang ingin aku sampaikan dalam obrolan itu.
Jujur aku sering merasa aneh sendiri. Rasanya seorang pendiam sepertiku ini tidak mampu menyesuaikan kesan mimik wajah yang baik dengan orang-orang di sekitarku. Dan ini sering mengakibatkan terjadinya misunderstanding antara aku dan teman-temanku. Wajahku saja yang tidak menyenangkan dilihat, tetapi pikiranku menyambut mereka dengan baik dan hangat kok, sayangnya mereka tidak tahu itu. Sepertinya sifatku membuat mereka tidak nyaman berteman denganku.
Hufft. Lupakan.
Walau begitu, aku tetap mempunyai teman, kok. Akrab sekali malah. Dari banyaknya mahasiswa seangkatanku, dua teman akrabku inilah yang paham dengan sifatku yang awkward ini. Aku senang. I can't be my self with other acceptance.
By the way, sudah 15 menit yang lalu aku sampai di kelas. Kelas belum dimulai. Ternyata komting sudah mengabari di grup chat kelas bahwa jadwal masuk diundur 30 menit dari biasanya. Huh, andai tadi aku melihat notifikasi ponsel, aku tidak akan buru-buru untuk sampai ke sini tadi.
"Vio!"
Aku menoleh. "Uda sampe, Nad?" tanyaku. "Heheh, belum Vi, ini hantunya aku," Nadine melihatku dengan tatapan kalo aku belum sampe aku gak di sini sekarang bego! Aku terkekeh pelan melihatnya.
Tak lama setelah kami berdua berbincang-bincang, Lala pun datang dan dengan hebohnya menghambur ke tempat duduk kosong di samping kananku.
"Dosen datang," gumamnya sambil mengatur nafas yang masih terengah-engah.
To be continued?